ADA APA DENGAN HARI JUM'AT ?

Keutamaan Hari Jumat

Penulis ; Drs. H. Lukman Hakim, Ketua yayasan Assalaam bidang sosial keagamaan

 

Kata Jum’at (Bhs.Arab) berasaldari kata jama’asysyay-a artinya mengumpulkan sesuatu yang terpisah menjadi satu. Dan kata jam-u’ biasa bermakna jamaah, yakni kumpulan manusia. Dan Muzdalifah disebut jam-u’ karena manusia (orang-orang yang berhaji) berkumpul di tempat tersebut.

Jumat pula hari dikumpulkannya manusia pada hari kiamat disebut yawmuljam’i. Semua yang berasal dari kata ini, menunjukkan makna “mengumpulkan” atau “berkumpul”. Artinya hari Jumat merupakan hari manusia (kaum muslimin) berkumpul untuk menunaikan shalat Jum’at. Jum’at adalah nama salah satu hari dari tujuh hari dalam satu pekan yang berada antara hari Kamis dan hari Sabtu. Hari Jum’at ini adalah hari yang agung dan termulia diantara hari-hari lain.

Pada hari itu terdapat keistimewaan dan keutamaan serta keterkaitan dengan sebagian hukum-hukum dan adab-adab syariat ;

Pertama, Hari Jum’at adalah hari yang paling utama (sayyidulayyam).

Kedua, Nabi Adam as diciptakan Allah pada hari Jum’at dan pada hari ini pula ia diwafatkan. Juga pada hari Jumat Nabi Adam dimasukan ke dalam Surga dan dikeluarkan dari Surga.

Ketiga, Hari kiamat akan terjadi pada hari Jum’at. Nabi SAW bersabda, “Sebaik-baikhari yang matahari terbit padanya adalah hari Jum’at; pada hari ini Nabi Adam as diciptakan, pada hari ini (Adam as) dimasukkan ke dalam surga, dan pada hari ini pula ia dikeluarkan dari surga. Dan tidaklah kiamat akan terjadi kecuali pada hari ini. (HR Muslim, no. 854).

Keempat, Hari Jum’at merupakan keistimewaan dan hidayah yang Allah berikan kepada umat Islam yang tidak diberikan kepada umat - umat lain sebelumnya. Sebagaimana sabda Nabi SAW, “ Kita adalah umat yang datang terakhir tapi paling awal datang pada hari kiamat, dan kita yang pertama kali masuk surga, cuma mereka diberi Kitab sebelum kita sedangkan kita diberi Kitab setelah mereka. Kemudian mereka berselisih, lalu Allah memberi kita hidayah terhadap apa yang mereka perselisihkan. Inilah hari yang mereka perselisihkan, dan Allah berikan hidayah berupa hari ini kepada kita ( Nabi SAW menyebut hari Jum’at). Maka hari (Jum’at) ini untuk kita (umat Islam), besok (Sabtu) untuk umat Yahudi dan lusa (Ahad) untuk umat Nasrani ”.(HR Muslim, no. 855).

Kelima, pada hari Jum’at ini terdapat saat - saat terkabulnya doa, terutama pada akhir - akhir siangnya setelah Ashar. Sabda Rasul SAW, “ Sesungguhnya pada hari Jum’at ada saat - saat, yaitu seorang muslim tidaklah ia berdiri shalat dan meminta kebaikan kepada Allah, melainkan Allah akan memberinya.” Lalu beliau berkata,” Dan saat - saat tersebut adalah saat yang singkat.”         (HR Muslim, no. 852)

Karena itu keutamaan dan keistimewaan hari Jumat harus dimanfaatkan agar memberikan dampak positif terhadap diri kita. Allah SWT telah menurunkan syariat khusus pada hari Jumat, yaitu shalat Jumat. Menunaikan shalat Jumat hukumnya wajib bagi laki - laki mukallaf. Firman Allah yang artinya, “ Hai orang - orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual - beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui ” (Al Jumu’ah: 9). Kewajiban ini bersifat fardhu ‘ain atas setiap muslim secara berjamaah, kecuali lima golongan yaitu : hamba sahaya, wanita, anak kecil (yang belum baligh), orang sakit dan musafir. (HR. Daruquthni). Tidaklah syariat memerintahkan suatu perkara, melainkan diiringi dengan janji berupa balasan kebaikan, keutamaan dan pahala sebagai pendorong bagi orang - orang yang mau menunaikan perintah tersebut. Diantaranya, Nabi SAW bersabda,“ Barang siapa mandi kemudian mendatangishalatJum’at, laluiashalat-sunnat(sebelum imam datang) sekuatkemampuannya, kemudian diam ( mendengarkan imam berkhuthbah) sampai selesai dari khuthbahnya, lalu shalat bersamanya, maka akan diampuni dosanya antara Jum’at tersebut dengan Jum’at sebelumnya ditambah tiga hari”. (HR Muslim, no. 857)

Disamping keutamaan menunaikan shalat Jum’at, menjelaskan ancaman terhadap orang - orang yang meninggalkan shalat Jum’at karena meremehkannya. Dalam hal ini terdapat beberapa hadits dar iNabi SAW, “ Sungguh hendaknya orang - orang itu berhenti dari meninggalkan shalat Jum’at atau (kalau tidak maka) Allah akan mengunci hati - hati mereka kemudian mereka akan menjadi orang - orang yang lalai.”  (HR Muslim, no. 856).

Juga sabdanya,“ Barangsiapa meninggalkan tiga kali shalat Jum’at tanpa udzur, maka dia tercatat sebagai golongan orang - orang munafik.”

Adapun adab dan keutamaan Jumat ;

1) Mandi pada har iJumat,

2) Memakai wewangian dan pakaian terbagus yang dimiliki,

3) Menyegerakan datang ke masjid sebelum tiba waktu shalat. Sabda Nabi SAW, “ Bila datang hari Jum’at, maka para malaikat (berdiri) di setiap pintu masjid mencatat yang datang pertama dan berikutnya. Kemudian bila imam duduk (di atas mimbar) mereka menutup lembaran - lembaran catatan tersebut, dan hadir mendengarkan peringatan (khuthbah).” (HR. Bukhari Muslim),

4) Berjalan menuju masjid dengan tenang dan perlahan (tidak terburu - buru),

5) Menunaikan shalat tahiyyatul masjid ketika masuk masjid sebelum duduk, meskipun imam sedang berkhuthbah,

6) Mendekati imam untuk mendengarkan khutbahnya. Sabda Nabi SAW, “ Hadirilah khutbah dan mendekatlah kepada imam (khatib), karena seseorang yang terus menjauh (dari imam), sehingga dia akan diakhirkan (masuk) ke dalam surga meski pun ia (akan) memasukinya.”,

7) Memperbanyak shalawat dan salam atas Nabi SAW, “ Maka perbanyaklah shalawat atasku pada hari ini (Jumat), karena shalawat kalian akan disampaikan kepadaku. Para sahabat bertanya,” Wahai, Rasulullah. Bagaimana shalawat kami akan disampaikan kepadamu, padahal engkau telah menjadi tanah? ” Rasulullah menjawab,” Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi (memakan) jasad para nabi.”,

8) Membaca Surat Al Kahfi. Sabda Nabi SAW, “Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, maka ia akan disinari oleh cahaya diantara dua Jum’at”,

9) Memperbanyak do’a dengan mengharap saat - saat terkabulnya do’a, terutama pada akhir siang hari Jum’at setelah Ashar.

Comments