Air Hujan Dalam Kehidupan - Hb. Syarief Muhammad AL Aydrus

Air Hujan Dalam Kehidupan

Oleh Habib Syarief Muhammad Al’Aydrus

 

Air adalah senyawa yang penting bagi semua bentuk kehidupan di muka bumi. Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), juga berupa sungai, mata air dan air hujan. Air termasuk makhluk yang diciptakan Allah pertama kali. Air merupakan essensial kehidupan makhluk. Semua makhluk hidup memerlukan air termasuk manusia. Tubuh manusia terdiri dari 55% sampai 78% air, tergantung dari ukuran badan. Agar dapat berfungsi dengan baik, tubuh manusia membutuhkan antara 1 sampai 7 liter air setiap hari untuk menghindari dehidrasi.

 

Allah menyebutkan kata air “al-maa” di dalam Al-Quran sebanyak 63 kali, ini menunjukkan betapa pentingnya makna air dalam kehidupan. Air dapat memberikan kehidupan baru, betapa tidak bumi yang awalnya tandus, kering, gersang menjadi subur. Allah SWT berfirman dalam surat al Anbiya’ ayat 30, “Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” Menurut Al Baghowi, tafsir ayat di atas “Kami menghidupkan segala sesuatu menjadi hidup dengan air yang turun dari langit yaitu menghidupkan hewan, tanaman dan pepohonan. Air hujan inilah sebab hidupnya segala sesuatu”.

 

Dan firman Allah : “Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam.” (QS: Qaaf (50) : 9). Ayat di atas menunjukkan bahwa Allah menurunkan hujan sebagai rahmatNya sesuai dengan kebutuhan seluruh makhluk-Nya. Selain rahmat, hujan juga merupakan berkah dari Allah, “Dan Kami turunkan dari langit air yang diketam.” (QS: Qaaf (50) : 9). Berkah maksudnya banyak memberikan manfaat. Saat turun hujan di Masjidil Haram banyak orang berhamburan menuju pancuran mas (mizab) karena mengharap berkah air hujan yang turun disana. Sama halnya air zamzam banyak diburu orang untuk diminum karena selain berkah juga memiliki khasiat sebagai obat karena itu air zamzam adalah air terbaik.

 

Seorang mukmin saat turun hujan hendaknya berdoa kepada Allah agar hujan turun dapat memberikan manfaat bukan madarat, sebagaimana hadis Rasulullah SAW, ‘Aisyah r.a. berkata, “Nabi SAW ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an”. Artinya “Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat”. Ibnu Qudamah dalam kitab Al Mughni menganjurkan kita untuk berdoa saat hujan turun. Hadits Nabi SAW, “Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : (1) Bertemunya dua pasukan, (2) Menjelang shalat dilaksanakan, dan (3) Saat hujan turun.

 

Air memberikan karakter dasar. Air itu dingin, mampu memadamkan api. Hal ini memberikan pelajaran bahwa tatkala diri seseorang sedang marah mampu didinginkan dengan berwudhu. Air menunjukan watak yang tenang kecuali kena angin. Bila angin kencang seperti di laut misalnya akan memberikan gelombang yang tinggi dan akibatnya  banyak kapal yang tenggelam. Asal air itu jernih menunjukkan kejernihan hati seseorang. Sifat air juga selalu mencari tempat yang lebih rendah, mengajarkan sikap tawadhu kepada manusia.

 

Allah berikan air kepada makhlukNya secara adil, artinya semua makhluk berhak mendapatkan air untuk kehidupannya. Kalau tempat air dirusak maka air memperlihatkan kemarahannya seperti terjadi banjir dan longsor, akibatnya banyak menelan korban dan terjadi dampak kerusakan. Allah menurunkan hujan sesuai kadar perhitungan-Nya sebagaimana firmanNya pada surat Az Zukhruf ayat 11, maka kita bisa mengambil hikmah bahwa dunia dan seisinya diciptakan dengan seimbang. Tidak ada kelebihan atau kekurangan yang diberikan Allah. Jika memang ketika hujan terjadi banjir atau bencana alam, bisa dipastikan itu adalah kerusakan yang dilakukan oleh manusia. Alam yang seharusnya seimbang dalam menata keberadaannya, dirusak tatanannya dengan sembarangan menebang kayu, memangkas gunung menjadi gundul mengakibatkan tatanan kehidupan alam menjadi tidak seimbang sehingga dengan mudah terjadi banjir dan bencana alam.

 

Turunnya hujan berarti turunnya air yang suci untuk manusia. Firman Allah pada surat Al-Anfal ayat 11 ,“Dan Dia menurunkan kepada kalian hujan dari langit untuk mensucikan kalian dengan hujan itu”. Air hujan bisa menjadi penyuci diri dari kotoran dan najis yang ada. Dapat dibayangkan apabila Allah tidak menurunkan air hujan sehingga bisa dimanfaatkan langsung atau air hujan itu tersimpan di dalam tanah bagaimana kita bisa bersuci, mandi, mencuci pakaian dan melaksanakan thaharah lainnya. Semoga bermanfaat.

*) Ketua Umum Yayasan Assalaam Bandung

Comments