BERKAH & SARAT NILAI

Tafsir Al Qur'an

وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيۡنَ مَا كُنتُ وَأَوۡصَٰنِي بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱلزَّكَوٰةِ مَا دُمۡتُ حَيّٗا

"Berkata Isa: ".....Dan dia menjadikan Aku seorang yang diberkati di mana saja Aku berada,..." QS. Maryam:31

 

Makna berkah ialah nilai kebaikan yang terus menerus bertambah baik terhadap dirinya maupun orang lain disekitarnya               (زيادة الخير على الغير )  . Keberkahan ialah nilai kebaikan yang tiada terhenti.( الخير المتزيَّد) . Dengan diperoleh keberkahan itu bertambah pula jenis-jenis kebaikan, pahala, kenikmatan, kebahagiaan, perkembangan, kecukupan, kedamaian, manfaat, jalinan erat, dan kerukunan.

يرجى بها  زيادة الخير والثواب . النعمة – السعادة – النماء والزيادة.

Kata Mubarakah terambil dari kata Al-Barakah yang pada awalnya berarti "sesuatu yang mantap" juga kebajikan yang melimpah dan bermacam-macam serta berkesinambungan. Kolam dinamai Birkah, karena air yang ditampung dalam kolam  itu menetap mantap di dalamnya tidak tercecer kemana-mana.

Keberkahan Ilahy datang dari arah yang seringkali tidak  diduga atau dirasakan secara material dan tidak pula dapat dibatasi atau diukur. Dari sini  segala penambahan yang tidak terukur oleh indera dinamai "Berkah". Demikian Ar-Raghib Al-Ashfihany.

Berikut ini perhatikan istilah kata; "mendoakan semoga diberkahi"( برك فيه ), "rido(rela/suka) padanya": (بارك = رَضِيَ عنه) , Maha suci Allah   (تبارك الله  = تقدَّس ) Kehidupan"berkah" membuahkan jiwa tauhid, tulus dan rido bagi orang yang bersangkutan terhadap keputusan Allah. Ia benar-benar yakin dan mantap menjalani kehidupannya(di dunia) semata-mata berorientasi pada kehidupannya esok;yang kekal abadi(akhirat).

Kata Barakah, Baarakna, Tabaraka, Mubaarakah, berjumlah 29 kalimat dalam Al-Qur'an. Angka dua puluh sembilan adalah jumlah bilangan hari dalam satu bulan Qomariyah. Artinya, keberkahan itu senantiasa diupayakan dan dipertahankan dalam setiap pertambahan umur manusia. Karena tiadalah "umur" itu melainkan dengan bertambahnya waktu.

Barakah bentuk kata Isim, menunjukkan kelestarian, tetap dan langgeng. Baarakna bentuk kata fi'il, mengisaratkan tempo, saat dan waktu ;kemarin-kini-esok. Tabaaraka bentuk kata Isim dengan tambahan huruf Ta dan alif, menunjukkan semakin dan sangat. Mubaarakah bentuk kata Isim, menunjukkan  arti makin eksis dan mapan, menembus ruang dan waktu.

 

Esensi keberkahan dalam siklus kehidupan manusia.

Berkah dalam siklus kehidupan manusia adalah buah pengamalan ajaran agama islam. Oleh sebab itu Islam menekankan pentingnnya Ibadah dan mahabbah yang merupakan esensi hidup manusia. Bila tiada pengabdian, dedikasi(ibadah) dan rasa sayang(Mahabbah), tidak mungkin manusia memperoleh kehidupan yang bermakna dalam masyarakatnya.

Kesejahteraan, kasih sayang dan keberkahan merupakan modal untuk memantapkan langkah hidup dan harga diri seseorang dalam berkarier. Saling hormat menghormati, saling menghargai, saling mengasihi  antara sesama disertai  ketulusan berdo'a. Sungguh menentramkan hati. Agar keberkahan selalu  menyertai kehidupan kita, Rasulullah Saw, menyampaikan do'a-do'a berikut ini:

Seperti yang tersirat dalam ucapan "salam". Sebagai do'a sekaligus penghormatan kepada sesama      السَلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Do'a pengantin baru. بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِىْ خَيْرٍ  Bermula dari mahligai kehidupan rumah tangga yang baru dibentuk. Agar tujuan dan cita-cita dapat diraih dengan sukses. Muaranya adalah menguatkan jalinan keharmonisan keluarga dan tersalurkannya kebutuhan fitrah dasar insani, hingga kemudian menurunkan generasi saleh.."Semoga Allah memberkahimu, (Allah) meridhoimu dan (Allah)menghimpunmu berdua dalam kebaikan".

Do'a menyantap hidangan makanan. اللّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَاوَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

Untuk apa tumbuh dan berkembang tubuh ini bila ahir kemudian menuai bencana dan kehancuran. "Ya Allah berkahilah rizqi yang Engkau anugerahkan kepada kami dan peliharalah kami dari sentuhan api neraka". Memilah dan memilih bahan makanan yang akan dikonsumsi diharapkan menambah daya kepatuhannya terhadap Sang Pencipta;Allah Swt, Pemberi fasilitas hidup.

Do'a giat bekerja untuk ibadah اللّهُمَّ بَارِكْ ِلاُمَّتِيْ فِى بُكُوْرِهَا .  "Ya Allah berkahilah umatku pada pagi harinya(saat mereka bekerja)"

 

Dan ketika pepohonan tanaman mulai berbuah, berdo'a:

اللّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِىْ ثمَََرِنَا وَبَارِكْ لَنَا فِىْ مَدِيْنَتِنَا وَبَارِكْ لَنَا فِىْ صَاعِنَا وَبَارِكْ لَنَا فِىْ مُدِِّنَا

"Ya Allah berkahilah buah hasil panen kami, berkahilah kami dalam kampung halaman kami, berkahilah takaran perniagaan kami."

Do'a selalu dalam hidayah taufiq setiap waktu

اللّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِىْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

"Ya Allah anugerahkanlah keridoan-Mu pada kami di bulan Rajab dan Sya'ban. Dan pertemukanlah umur kami dengan Ramadhan".

اِبْنَ آدَمَ تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِيْ اَمْلأُ صَدْرَكَ غِنىً وَاَسُدَّ فَقْرَكَ  وَاِلاَّ تَفْعَلْ مَلأْتُ صَدْرَكَ شُغْلاً وَلمَ أَسُدَّ فَقْرَكَ . رواه الترمذي

Wahai Ibnu Adam pusatkanlah perhatianmu hanya untuk beribadah kepada-Ku niscaya Aku akan penuhi dadamu dengan kekayaan (ketidak perluan kepada selain-Ku) dan akan Ku tutup kefakiranmu(Ku penuhi keperluanmu) dan jika tidak engkau lakukan demikian, akan Ku penuhi  dadamu dengan kebimbangan dan kesibukan, dan tidak Ku tutupi kefakiranmu". H. Qudsi R Thurmudzi dan Baihaqi dari Abu Hurairah ra.

مَنْ أَحَبَّ اَنْ يكُوْنَ أَقْوَى النَّاسِ فَلْيَتَوَكَّلْ  عَلَى اللهِ 

"Barangsiapa yang menginginkan bahwa dia lebih kuat diantara manusia, maka hendaklah dia bertawakkal kepada Allah Ta'ala". (Al-Hadits.)

Menurut Hasan Al-Bashri:" Tawakkal ialah ridho dengan apa yang diperbuat oleh Allah terhadap kita. Kuat bergantung hati kepada Allah('Itimad)

أَنَا اللهُ اِذَا رَضِيْتُ بَارَكْتُ وَلَيْسَ لِبَرْكَتِيْ مُنْتَهَى 

"Aku adalah Allah, jika Aku merasa ridho maka Aku berkahi dia dan keberkahan-Ku tidak ada batasnya". HR. Ahmad.

 

أَخْلِصْ دِيْنَكَ يَكْفِكَ اْلَقَلِيْلُ مِنَ اْلعَمَلِ. رواه ابوداود والحاكم

"Bertulus ikhlaslah dalam melaksanakan agamamu, niscaya amalmu yang sedikit itu cukup untukmu".

Wallaaahu'alamu Bisshawaab!

Z.Asikin 

Comments