BILAL MOGOK ADZAN

BILAL MOGOK ADZAN

اَشْهَدُاَنَّ مُحَمَّدًارَّسُوْلُ اللهْ

Bilal atau Mu`adzin yaitu : Orang yang selalu mengumandangkan adzan atau orang yang memberitahu seruan masuknya waktu bahwa shalat telah tiba. Adzan juga merupakan syiar Islam yang terus-menerus dikekalkan oleh Rasulullah SAW., baik di kala beliau berada di kampung maupun di dalam perjalanan.

Adzan telah disyariatkan sejak tahun pertama hijrah. Sebagaimana rasulullah SAW. telah bersabda :” Bila tiga orang mengerjakan shalat tanpa adzan dan iqomat, mereka akan dikuasai oleh setan.”(HR. Ahmad).

            Sedangkan Iqamat adalah: Seruan sebagai isyarat (aba-aba) bahwa shalat akan dimulai. Adapun hukumnya adalah sunnah mu`akkad.

            Ulama fiqih (para fuqoha) negeri Anshar berpendirian bahwa hukum iqamat adalah sunnah mu`akkad, baik untuk orang yang melaksanakan shalat secara sendirian (munfarid) maupun berjamaah.

            Pada zaman Rasulullah SAW ada seorang shahabat rasul yang selalu mengumandangkan adzan yang bernama: Bilal bin Rabah Al Habasyi, ia yang pertama kali mengumandangkan adzan di Madinah dan Ia berasal dari negeri Habasyah, sekarang di Ethiopia. Ia biasa dipanggil Abu Abdillah dan diberi gelar “ Mu`adzin Ar-Rasul”. Lahir di daerah As-sarah sekitar 43 tahun sebelum hijrah.Ia berpostur tinggi, kurus, warna kulitnya cokelat, pelipisnya tipis, dan rambutnya lebat.

            Ibunya adalah hamba sahaya (budak) milik Umayyah bin Khalaf dari Bani Jumuh. Bilal menjadi budak mereka hingga akhirnya ia mendengar tentang Islam. Lalu ia menemui Rasulullah SAW dan mengikrarkan dirinya masuk Islam.

            Dalam Tokoh-tokoh Besar Islam sepanjang sejarah karya Syekh Muhammad Sa`id Mursi, dipaparkan bahwa Umayyah bin Khalaf pernah menyiksa dan membiarkannya di jemur di tengah gurun pasir selama beberapa hari. Di perutnya, diletakkan sebuah batu besar dan lehernya diikat dengan tali. Lalu orang-orang kafir menyuruh anak-anak mereka untuk menyeretnya di antara perbukitan Makkah.

            Saat berada dalam siksaan itu, tiada yang diminta Bilal kepada para penyiksanya, kecuali hanya memohon kepada Allah.Dan berkali-kali Umayyah bin Khalaf menyiksa dan meminta agar meninggalkan agama yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Namun, Bilal tetap teguh pendirian. Ia selalu mngucapkan, “ Ahad-Ahad.”Ia menolak mengucapkan kata kufur (mengingkari Allah). Abu Bakar as-Sidiq lalu memerdekakannya. Umar bin Khattab berujar, “Abu Bakar adalah seorang pemimpin (sayyid) kami dan dia telah memerdekakan seorang pemimpin (sayyid) kami.”

            Setelah merdeka, Bilal mengabdi diri untuk Allah dan Rasul-Nya. Ke mana pun rasul pergi Bilal senantiasa berada di samping rasulullah. Karena itu pula, para shahabat Nabi Muhammad Saw sangat menghormati dan memulyakan Bilal. Sebagaimana mereka memuliakan dan menghormati Rasulullah Saw.

            Pertama adzan dikumandangkan saat Rasulullah berhijrah ke Madinah. Bilal pun turut serta bersama kaum muslimin lainnya. Ketika mesjid Nabawi selesai dibangun Rasulullah Saw kembali mengajak Bilal untuk mengumandangkan adzan karena ia memiliki suara yang merdu. Lalu Bilal mengumandangkan adzan sebagai pertanda dilaksanakannya shalat lima waktu. Sejak saat itu Bilal mendapat julukan sebagai mu`adzin ar-Rasul dan menjadi mu`adzin pertama dalam sejarah Islam.

            Setelah sekian lama tinggal di Madinah Bilal senantiasa menjadi pengumandang adzan. Setelah Bilal mengumandangkan adzan bilal berdiri di depan pintu rumah Rasulullah SAW seraya berseru, “ Hayya `alash-shalaah, Hayya `alash-shalaah (mari melaksanakan shalat) Lalu ketika Rasulullah SAW keluar dari rumah dan Bilal melihatnya ia segera melantunkan Iqamat sebagai tanda shalat berjamaah akan segera dimulai. Selain itu pula Bilal mengumandangkan adzan ketika: Menaklukan kota Mekkah (Fathu Makkah), pada saat masuk ka`bah, waktu shalat dhuhur, naik ke atap Ka`bah dan pada saat Rasulullah SAW wafat dan ketika akan dikumandangkan adzan Bilal pun berdiri untuk melaksanakan kewajibanya. Saat itu jasad rasulullah masih terbungkus kain kapan dan belum dikebumikan.

            Maka saat Bilal membaca kalimat ” Asyhadu anna Muhammadar rasulullah” tiba-tiba suaranya berhenti. Bilal menangis ia tidak sanggup mengangkat suaranya lagi. Bilal merasakan betapa sedihnya ditinggalkan oleh manusia yang paling dicintainya. Setiap Bilal membaca kalimat ” Asyhadu anna Muhammadar rasulullah”. Ia langsung menangis tersedu-sedu. Begitu pula kaum muslimin yang mendengarnya, larut dalam tangisan pilu.

            Kemudian, Bilal mendatangi Abu Bakar as-Sidiq, yang menggantikan posisi Rasulullah SAW sebagai pemimpin umat Islam, agar dia diperkenankan untuk tidak lagi mengumandangkan adzan lagi. Ia seakan tidak sanggup lagi melakukannya. Akhirnya permohonan itupun dikabulkan oleh Abu Bakar. Sejak saat itu, Bilal tak pernah lagi menjadi mu`adzin bagi seseorang.

            Tak lama kemudian akhirnya sang mu`adzin Rasulullah SAW ini sudah pulang sejak 14 abad silam, tepatnya tahun ke-20 H, makamnya di Damaskus. Namun namanya masih harum hingga kini. Bahkan,di sejumlah masjid di Indonesia, mungkin juga di negara lainnya, nama muadzin selalu tertulis dengan tulisan bilal. Ini menunjukkan sebagai penghormatan kepada sang muadzin Rasulullah, pengumandang adzan pertama di dunia. Semoga Allah SWT, selalu memberikan tempat yang mulia di sisi-Nya. Amiin.

Karena Bilal adalah seorang yang sangat dekat dan dicintai oleh rasul, akhirnya ketika mendengar rasulullah meninggal tiba-tiba suara bilal berhenti ia tidak sanggup mengangkat suaranya lagi. Bilal merasakan betapa sedihnya jika ditinggalkan oleh manusia yang paling dicintai, akhirnya bilal tak pernah menjadi muadzin lagi.

Dan untuk mengambil hikmah dari kisah ini, mari kita dapat mengambil pelajaran dari seorang bilal, beliau adalah seorang sahabat yang disenangi rasulullah SAW yang selalu mengumandangkan adzan setiap akan melaksankan shalat dan Iqamat apabila shalat akan segera dimulai, dan mari kita lanjutkan apa yang telah dicontohkan oleh rasul dan shahabatnya, yang alhamdulillah sampai sekarang kita masih melaksanakannya bahkan di seluruh dunia yang menganut agama Islam.

Fadhilah adzan sebagaimana yang termaktub dalam kitab Tanqihul Qoul sbb:

  1. Barangsiapa yang mengumandangkan adzan sebelum shalat selama 12 tahun lamannya, maka wajib orang tersebut masuk surga.(HR. Ibnu Majah dan Hakim)
  2. Barangsiapa yang mengumandangkan adzan tiap-tiap shalat 5 (lima) waktu karena iman dan Ikhlas karena Allah, maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu.(HR. Baihaqi)
  3. Barangsiapa yang mengumandangkan adzan karena akan mendirikan shalat selama 7 tahun dengan Ikhlas, maka Allah akan mencatat bagi orang tersebut bebas dari api neraka.(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas)
  4. Barangsiapa yang mendengarkan adzan sedang muadzin membaca kalimat “ Asyhadu anna muhammadar-rasuulullah” kemudian yang mendengar sambil mengangkat kedua Ibu jarinya sambil membaca do`a : Marhaban bidzikrillaah kurrota a`yunina bika yaa rasuulallaah. Kemudian di usapkan kedua belah mata kita, maka Allah akan memberikan mata kita tetap cemerlang dan Allah akan memberikan syafaat di yaumil kiamat dan masuk ke surga.
  5. Dimana telah datang waktu adzan, maka Allah akan membukakan pintu langit dan Allah akan mengabulkan segala permohonan.
  6. Apabila datang waktu Iqamat, maka tidak akan ditolak do`anya. (HR. Annas)
  7. Barangsiapa yang mendengarkan adzan maka jawablah seperti halnya orang yang adzan.(HR. Malik)
  8. Do`a yang dikabulkan itu antara adzan dan Iqamat (HR. Abu Dawud dan Turmudzi).
  9. Sabda Nabi Muhammad Saw : Ada (Tiga) orang yang diselamatkan dari siksa kubur diantaranya :

Pertama :Orang yang matinya syahid, Kedua: Orang yang suka Adzan dan yang ketiga: Orang yang meninggal dihari Jum`at atau malam jum`at.(HR. Bukhari dan Ibnu Majah).

 

Sumber diambil dari; Kitab Siroh Nabawiyyah dan kitab Tanqihul Qaul.

Comments