Hukum suami mencerai istrinya yang sedang mengandung.

Pada dasarnya hukum thalaq adalah makruh tanzih, dan termasuk hukum makruh yang paling dibenci Allah.

 أبغَضُ الحَلالِ الىَ اللهِ  عزَّ وجلَّ الطَّلاقُ

“Yang paling dibenci diantara  yang halal  disisi Allah ‘Azza wajalla itu adalah perceraian”. HR. Abu Daud dan Ibn Majah dari Ibn Umar r.a.

Dan yang dimaksud  dengan kata halal  dalam  hadits  yang mulia ini  adalah makruh . karena sesungguhnya perbuatan itu halal dengan arti kata boleh, tetapi dibenci Allah disebabkan hal tersebut dilarang, sebagai larangan  yang bersih dari perbuatan dosa. Memperhatikan  hukum makruh pada perbuatan thalak termasuk kategori halal yang dimakruhkan, namun agak keras peringatannya dari yang  lainnya, yaitu perbuatan yang dibenci Allah. Karena memutuskan hubungan nikah yang sebenarnya dituntut oleh syara’.  Syekh Ibrahim Al-Bajuri, Hasyiah Fathul Qariebil Mujib:138 : juz II.

Menthalak istri yang tengah hamil  dan nyata kehamilannya itu tidak lah termasuk pada thalak bid’ah yang diharamkan. Dan isteri  yang meminta  cerai (thalak) kepada suaminya  tanpa sesuatu sebab  itu termasuk hal yang buruk  perangainya. 

المرأةُ الصَّالحةُ فى النِّساءِ كالغُرابِ الاَعْصَمِ

“ Perempuan yang salehah dikalangan wanita  adalah laksana burung gagak yang putih kedua sayapnya.” (Al-Hadits) Ini merupakan  kinayah;sindiran, jarang dan tidak banyak dikalangan wanita adanya perempuan-perempuan yang salehah.

Oleh sebab itu kesabaran suami dituntut atas keburukan perangai isteri, asalkan  keburukan  perangainya itu belum mencapai batas keterlaluan yang melampaui batas.

Perempuan yang sering  mengemukakan  permintaan cerai pada suami tanpa sesuatu alasan adalah termasuk  buruk perangai. Karena kelakuannya itu konsekwensi  sangsinya adalah agama.

أيما امرَأةٍ سألتْ زوْجَها الطلاقَ في غير ما بأسٍ فحرامٌ عليها رائحةُ الجنة

“Siapa diantara wanita  yang minta cerai  kepada suaminya  tanpa sesuatu  sebab  maka haramlah  atasnya bau harumnya surga.” HR. Al-Khomsah kecuali Annasai.

Jika suami itu sudah terlanjur menceraikan isterinya yang tengah mengandung apalagi dengan  permintaan isterinya sendiri, maka tidaklah mengapa dan tidak berdosa.

Tetapi jika belum jelas benar (Tashrieh)thalak itu, dan masih diharapkan kebaikannya  janganlah bermain-main memudahkan kata perceraian. Wallahu ‘Alam!

 Tim Bahtsul Masaail

Comments