KAJIAN ILMU TASAWUF #KEDUDUKAN_TAUBAT

* Kedudukan Taubat *

Penulis            : H. Zaenal Asikin

Taubat berhimpun dalam tiga perkara.
1. Ilmu, mengetahui aib nafsu, mengetahui hukum hukum syariat Islam yg menetapkan adanya dosa-dosa mu dan mengetahui muqaddimah Taubah.
2. Hal, kondisi hati merasakan khauf dan rojaa kepada Allah.
3. Fi'il, seketika meninggalkan maksiat itu dan bercita-cita tak kan mengulanginya untuk selama-lamanya karena Allah.

Tipe manusia bertaubat;
Pertama, bertaubat dari kesalahan dan dosa.
Kedua, bertaubat dari ketergelinciran dan kelalaian.
Ketiga, bertaubat dari melihat(riya' 'ujub)diri atas kebaikan dan keta'atan yang dilakukan.

Karena bertaubat mengharuskan pelakunya menjaga diri dari subhat ( wara')

Syarat-syarat​ taubat;
- menyesal
- berhenti dari berbuat dosa
- tidak mengulangi dosa itu
- menjauhi lingkungan dosa
- beramal soleh/ibadah

Taubat tak kan ada tanpa didahului rasa penyesalan terhadap dosa yg dikerjakannya.
Siapa yg tak menyesalinya berarti ia senang dengan perbuatan dosa itu.
Hal itu berindikasi pada terus menerus melakukan nya dengan senang hati.

Taubah tidak sah kecuali menjadari dosa itu, mengakuinya, berusaha mengatasi akibat-akibat yg timbul dari dosa yg dilakukannya.

Taubah ialah bangunnya psikologi manusia yg melahirkan kesadaran terhadap segala kekurangan dan kesalahannya dan menetapkan tekad(Azam) yg disertai amal perbuatan untuk memperbaiki nya.

Taubat artinya" kembali" kepada Allah setelah melakukan maksiat.
Taubat merupakan Rahmat Allah yg diberikan kepada hamba-hambaNya agar mereka kembali kepadaNya.

Taubat adalah kedudukan (maqam)awal yg mesti ditempuh dan dilalui oleh seseorang yang meniti jalan tempuh kepada Allah(Salik)

Sebelum mencapai maqam ini seorang Salik tidak akan bisa mencapai maqamat lainnya, karena sebuah tujuan akhir tidak akan dapat dicapai tanpa adanya langkah awal atau pintu masuk yg benar.

Pada tahap taubat ini seseorang sufi membersihkan dirinya ( Tazkia annafs) dari perilaku yg menimbulkan dosa dan kesalahan.

Taubat mengandung makna kembali. Yaitu kembali dari sesuatu yg dicela oleh syari'at Islam menuju sesuatu yg dipuji olehnya.

Taubat ialah menghapus dosa.
Kembalinya seorang hamba kepada Allah dengan meninggalkan jalan orang-orang​ yg dimurkai Allah dan jalan orang-orang yg tersesat. Hanya dengan hidayah Allah dia memperoleh karunia taubah.


Sabda Rasulullah Saw:
"Athib math'amaka tastajib da'wataka."

( Hendaklah makananmu yang halal; Thayib, niscaya do'amu segera terkabul".)
Tafakkur(merenung) dan khalwat (bersunyi diri dalam zikir) dibutuhkan dalam bertaubat agar tumbuh instrospeksi diri terhadap semua perbuatan lahir batin disiang hari maupun dimalam hari, bila buruk segera beristighfar dan bertaubat. Dan bersyukur bila amal perbuatanmu itu baik.

Syekh Abu Nashr Assarraj dan Syekh Sahal Bin Abdullah, menyatakan bahwa mengingat dosa bagi para murid itu dimaksudkan agar selalu berharap kemurahan dan ampunanNya setiap saat.

Dzunnun Al- Mishri menyatakan: " taubatnya orang awam ialah tobat dari dosa, sedangkan taubatnya orang husus( khowwas)
adalah taubat dari kelalaian mereka untuk mengingat Allah.

Taubat itu hendaknya engkau bertaubat dari segala sesuatu selain Allah.

Wallahu'Alamu bisshawab..!

Comments