Keutamaan Ilmu dalam Islam dan Membaca adalah Kuncinya

Keutamaan Ilmu dalam Islam dan Membaca adalah Kuncinya

Segala puji bagi Allah yang meninggikan derajat hambanya dengan ilmu. Allah SWT sesungguhnya memposisikan ilmu pada derajat yang tinggi. Allah SWT pun memberikan dua cara pada umatnya untuk meraih derajat yang tinggi dengan beriman dan berilmu. Bahkan dalam wahyu pertama-Nya lewat perantara Jibril, Allah telah memberikan jalan bagaimana cara untuk meraih keutamaan tersebut yaitu dengan perintah iqro’ (membaca). Tak hanya sampai di situ dalam surat Ali Imron ayat 113 – 114 Allah SWT menempatkan kalimat “yatluuna aayaatillaahi aanaaa al-laili” yang berarti mereka yang membaca ayat-ayat Allah sebagai ciri orang sholeh yang pertama. Allah tak meletakkan orang yang paling banyak shodaqohnya sebagai ciri  pertama, Allah pun tak meletakkan orang yang paling sering melaksanakan umroh dan haji sebagai ciri pertama. Melainkan Allah meletakkan orang yang senantiasa membaca ayat-ayat ataupun tanda-tanda kebesaran Allah sebagai ciri pertama bagi orang sholeh. Hal ini menunjukkan bagaimana nilai membaca, nilai ilmu sangatlah tinggi di hadapan Allah.

Membaca disini bukan hanya dalam arti sempit yaitu membaca suatu yang tertulis berupa huruf huruf yang dirangkai menjadi kata-kata dalam sebuah teks. Melainkan membaca dalam arti luas, yaitu membaca berbagai hal yang mengandung hikmah. Membaca disini pun bukan kegiatan membaca yang hanya memuaskan gairah intelektual saja, akan tetapi membaca yang juga menjadi kegiatan spiritual, yaitu membaca yang isi, makna tersirat dan tersurat bacaan tersebut memberikan pemahaman terhadap logika dan menenanngkan pada hati. Sehingga tercerminlah perilaku-perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari.

Hikmah membaca yang demikian itu telah terbukti pada diri Rasulullah SAW yang terkenal memiliki ilmu yang tinggi didampingi dengan kedalaman hati yang dalam. Perilaku Rasulullah ini mencerminkan keselarasan antara hati dan pikiran. Dan tanpa ragu Allah pun mengangkat derajatnya sebagai manusia yang paling mulia diantara milyaran manusia yang pernah hidup di muka bumi ini. Hikmah membaca ini pun sudah banyak dirasakan oleh berbagai ulama-ulama besar seperti Imam Syafi’I, Imam Bukhori dan tokoh tokoh muslim lainnya. Hal ini menjadi bukti bahwasanya Allah SWT benar-benar memberikan keistimewaan bagi para penuntut ilmu yang tulus ikhlas dalam ikhtiarnya.

Maka dari itu sebagai seorang muslim patutnya kita berbangga, karena pada dasarnya Islam merupakan agama yang istimewa, sebuah agama yang memberikan keistimewaan khusus terhadap ilmu. Al-Quran dan Hadits sebagai landasan utama Islam mengajak, menyeru manusia untuk meraih ilmu dan kearifan, serta menempatkan orang-orang yang berpengathuan pada derajat yang tinggi. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Mujaddilah ayat 11,

يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ

Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.

            Dalam hadis Nabi pun banyak sekali pernyataan-pernyataan yang mewajibkan mengenai menuntut ilmu serta memuji orang-orang berilmu antara lain: “Mencari ilmu wajib bagi setiap Muslim”; ”Carilah ilmu walaupun di negeri Cina”;  ”Carilah ilmu sejak dari buaian hingga ke liang lahad”; ”Para ulama itu adalah pewaris Nabi”; ”Pada hari Kiamat ditimbanglah tinta ulama dengan darah syuhada, maka tinta ulama dilebihkan dari darah syuhada”. Dengan begitu hendaknya kita sebagai umat muslim tak perlu ragu akan janji Allah dan baiknya selalu meningkatkan keimanan dan keilmuan kita dengan senantiasa meningkatkan membaca berbagai hal yang bernilai kebaikan sehingga menjadikan kita termasuk manusia yang Allah tinggikan derajatnya diantara para makhluknya.

Comments