KEUTAMAAN MENYANTUNI ANAK YATIM

Dalam beberapa hadits Rasulullah SAW menjelaskan beberapa keutamaan menyantuni anak yatim.  Diantara keutamaan tersebut yang pertama menyantuni anak yatim adalah penawar kerasnya hati. Kerasnya hati merupakan penyakit berbahaya yang bisa membawa manusia ke dalam Neraka. Orang yang keras hati sulit menerima pesan-pesan kebaikan. Oleh karena itulah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengajarkan kita penawarnya, sebagaimana pada hadits berikut ini:

“Suatu hari seseorang datang kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dia mengadukan kepada Beliau tentang kekerasan hatinya, kemudian Beliau bersabda kepada laki-laki tersebut: "Usaplah kepala anak yatim, dan beri makanan orang yang membutuhkannya".

Keutamaan yang kedua terpenuhi kebutuhan hidup. Jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk menyantuni anak yatim sebab tidak hanya berguna sebagai jaminan surga di akhirat. Namun Allah SWT juga sudah menjanjikan akan memenuhi kebutuhan hidup bagi orang yang menyantuni anak yatim. Apabila menyantuni anak yatim dilakukan, maka seperti berinfak di jalan Allah. Dan Allah SWT juga akan melipatgandakan harta orang menyantuni anak yatim tersebut.

Terpenuhi segala kebutuhan hidup artinya hidup ini menjadi berkah. Hati merasa ringan menerima ketetapan Allah SWT. Segala ujian yang menimpa dijadikan pelajaran dan ladang pahala. Menyikapi setiap kejadian dengan hati yang lapang sehingga selalu merasa cukup dengan apa yang Allah berikan.

Keutamaan yang ketiga  Nabi bersama penyantun anak-anak yatim di akhirat kelak. Ini tingkatan tertinggi. Dosa-dosa kita diampuni dan menjadi teman Rasulullah Saw di Surga nanti. Hal ini di jelaskan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam sabda beliau yang masyhur :

“Aku dan orang yang mengurus (menyantuni) anak yatim (nanti) di Surga seperti ini, seraya mengisyaratkan dua jarinya (jari kelingking dan jari tengah)" . (HR. Bukhari).

Semoga kita berada diantara orang-orang yang menemani Nabi di Surga kelak, dengan menyantuni dan menyayangi anak-anak yatim.

Comments