Likuifaksi dalam Al-Quran

 

Oleh H.M.Luthfi Almanfaluthi, S.T.

Akhir-akhir ini Allah banyak menurunkan musibah yang menimpa umat manusia, mulai bencana banjir bandang, kebakaran, gempa bumi, tsunami dan sebagainya. Peristiwa tersebut seringkali terjadi secara berulang-ulang. Namun saat ini ada peristiwa bencana yang aneh, yaitu likuifaksi. Likuifaksi menurut bhs artinya pencairan tanah (bahasa Inggris: soil liquefaction). Dalam bhs Arab disebut al-khasf, khosafa, khusufan artinya membenamkan ke dalam tanah. Adapun menurut istilah adalah berubahnya tanah menjadi seperti cair sehingga menenggelamkan benda-benda di atasnya. Dalam tafsir Ibnu Katsir dan tafsir Fakhruroji dijelaskan bahwa kejadian likuifaksi ini telah disebut Allah di dalam Al-Quran sejak 1400 tahun yang lalu. Al Quran dan Hadits menyebut likuifaksi dengan istilah Al-Khasf, yaitu azab yang pernah ditimpakan terhadap Qarun, salah seorang kroni Fir'aun yang sangat ingkar kepada Allah SWT. Sebagaimana Allah mengisahkan peristiwa itu pada Surat Al-Qashash ayat 81 : "Maka Kami benamkan dia (Qarun) bersama rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya satu golongan pun yang akan menolongnya selain Allah, dan dia tidak termasuk orang-orang yang dapat membela diri."


Fenomena sejenis likuifaksi ini pernah terjadi dalam sejarah umat manusia. Allah menyebut itu sebagai azab untuk seorang bernama Qarun. Orang kaya sombong ini Allah tenggelamkan dalam tanah beserta seluruh kekayaan yang ia miliki. Dampak likuifaksi bukan hanya terkena kepada semisal Qarun dan orang-orang durhaka lainnya tetapi bagi mereka yang beriman dan beramal shalih sekalipun terkena juga dampaknya. Rasulullah saw pernah ditanya oleh Ummu Salamah, “ Ya Rasulullah, apakah bumi akan ditenggelamkan sementara di dalamnya ada orang-orang shalih?” Rasulullah SAW. menjawab, “Jika penduduknya sudah banyak melakukan kefasikan dan kekejian .” (HR. At-Thabrani). Jadi siapapun dan dimanapun mereka berada jika melakukan kefasikan dan kekejian, kemaksiatan, kemunkaran dan segala bentuk kezaliman lainnya, tidak menutup kemungkinan mereka ditenggelamkan Allah. Dampak ini juga terkena kepada mereka yang beriman sekalipun.

Likuifaksi merupakan fenomena yang menakutkan, bencana yang sulit diantisipasi. Kalau gempa, orang paham harus bagaimana, antara lain menghindar berada dalam bangunan. Begitu pun tsunami, tak ada cara lain kecuali mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Namun, bagaimana dengan ancaman likuifaksi? Sangat sulit menghindarinya, terlebih lagi mendeteksinya. Yang lebih menakutkan lagi, jenis ancaman bencana ini tidak memberikan bekas keberadaan korban. Korban tsunami mungkin bisa dicari, dan begitu pun dengan korban gempa yang tertimbun reruntuhan. Tapi likuifaksi, korban tertelan begitu saja ke dalam bumi berikut dengan benda-benda yang bersamanya seperti rumah, mobil, dan lainnya. Likuifaksi menjadi hal paling mengerikan pada peristiwa gempa Palu dan Donggala. Menurut pantauan citra satelit, lebih dari 200 hektar tanah di Sigi, Palu telah menenggelamkan apa pun yang ada di atasnya.

Beberapa daerah yang telah terjadi likuifaksi adalah ; 1) Palu, Sigi, dan Donggala Sulawesi Tengah. Peristiwa itu terjadi sesaat setelah gempa bermagnitugo 7,4 pada Jumat 28 September 2018. Rumah dan pohon amblas akibat peristiwa itu dengan korban jiwa lebih dari 2000 orang, 2) Niigata Jepang. Salah satu peristiwa likuifaksi yang sangat terkenal. Fenomena ini terjadi pada 16 Juni 1964 pascagempa bermagnitudo 7,5. Sekitar 2.000 rumah yang dilaporkan hancur total dan bangunan apartemen amblas, 3) Christchurch, Selandia Baru. Gempa bermagnitudo 6,3 terjadi pada 25 Februari 2011 yang mengakibatkan likuifaksi. Sejumlah bangunan rusak akibat likuifaksi, 4) Pohang, Korea Selatan. Terjadi pada 15 November 2017. Walaupun dampaknya  tidak menimbulkan kerusakan signifikan, 5) San Francisco, Amerika Serikat pada 18 April 1906. Sejumlah rumah mengalami kerusakan berat.

Adapun likuifaksi pernah terjadi pada umat terdahulu. Sebagaimana yang diceritakan Allah di dalam Al-Quran dan Hadits ; 1) Zaman Nabi Musa as. Allah menenggelamkan Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi karena kesombongan dan keingkarannya kepada risalah Nabi Musa as. (QS. Al-Qashash : 81), 2) Zaman Nabi Luth as. Allah menghancurkan kaum Nabi Luth as dengan gempa bumi yang sangat dahsyat karena perilaku homoseksual mereka (QS. Al Hijr : 73-76).

Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari peristiwa ini, mampu introspeksi diri, mendekatkan diri kepada Allah, melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya, memohon ampunan kepadaNya sehingga kita semua dijauhkan dari bencana yang mengerikan itu. Bagi saudara kita yang terkena musibah likuifaksi, bagi mereka yang meninggal dunia diampuni dosa dan kesalahannya dan keluarga yang ditinggal diberikan ketabahan dan kesabaran. Aamiin. Semoga bermanfaat.

 

Comments