Maqam Ibrahim

Al maqam berarti telapak kaki berpijak.  Maqam Ibrahim, dalam beberapa literatur dijelaskan merupakan batu yang dibawa Nabi Ismail yang digunakan untuk berdiri Nabi Ibrahim ketika membangun Kabah.

Di atas batu itulah Nabi Ibrahim membangun Ka’bah dengan tangannya sendiri, yang batu-batuannya dibawa Ismail.

Keutamaan Maqam Ibrahim, antara lain sebagai tempat shalat. Rasullallah, tatkala melaksanakan haji, setiba di Ka’bah langsung mencium Hajar Aswad. Lantas, berlari-lari kecil tiga putaran, dan selebihnya empat putaran berjalan biasa.

Lalu, Nabi Muhammad SAW ke Maqam Ibrahim dan berdoa: Dan, jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat. Maqam Ibrahim, sesuai dengan Sabda Rasullallah adalah batu dari surga seperti halnya Hajar Aswad. Karena itu, siapa yang shalat di belakangnya doanya akan dikabulkan.

Maqam Ibrahim pun menjadi perhatian para pemimpin umat Muslim dunia. Dahulu, Maqam Ibrahim diletakkan dalam sebuah bangunan lemari perak yang pada bagian atas dibuatkan peti dengan ukuran 6 x 3 meter. Bangunan ini mempersulit orang yang thawaf, sehingga Rabihah Alam Islami (Organisasi Persatuan Dunia Islam) mengusulkan untuk menghilangkan bangunan itu. Kemudian diganti dengan dibuatkan penutup dari kaca diletakkan di atas Maqam Ibrahim. Hal ini terjadi pada 1387 H/1867 M. Penyempurnaan kemudian dilanjutkan Raja Fahd ibn Abdul Aziz dengan memperbaharui kotak tersebut dengan dilapisi kaca bening setebal 10 mm antipanas. Penyempurnaan selesai pada 1418  H.

Comments