Maulid Nabi Dan Khitanan Massal Yayasan Assalaam dari Masa Ke Masa

Rabiul Awal merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tepatnya pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah. Sesungguhnya kelahirannya itu adalah sebagai Rahmatan lil Alamin dan memiliki misi sebagai penyempurna akhlak. Rasulullah bersabda :

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ

Artinya: “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.” (HR Al-Baihaqi dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu).

                Setiap tahunnya hampir seluruh masyarakat muslim di seluruh dunia memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW. Peringatan Maulid Nabi di seluruh dunia ini dilakukan dengan cara yang berbeda-beda. Namun tetap memiliki tujuan yang sama  yaitu menumbuhkan cinta terhadap Rasulullah.

                Sebagian besar masyarakat Indonesia sendiri memperingati kelahiran nabi Muhammad dengan cara melakukan pembacaan ayat suci Al-Quran, membacakan shalawat dan Tabligh Akbar. Kegiatan tersebut juga dilaksanakan oleh Yayasan Assalaam dalam memperingati  Maulid Nabi. Selain kegiatan tersebut Yayasan Assalaam juga memiliki cara yang unik dan sudah menjadi tradisi dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi tersebut ialah Khitanan Massal yang telah dilaksankan sejak Tahun 1948.

                Pada tahun tersebut Khitanan diikuti oleh 400 orang peserta. Peserta ini terdiri dari laki-laki dan perempuan yang berasal dari dalam dan luar Kota Bandung. Khitanan Massal yang diselanggarakan oleh Yayasan Assalaam ini dapat dikatakan sebagai Khitanan Massal pertama di Bandung atau bahkan mungkin di Indonesia. Karena Pada masa itu, memang khitan sudah di kenal di Indonesia namun tidak semua masyarakat melakukannya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain adalah faktor biaya, pemahaman terhadap kewajiban khitan dan situasi yang mana tahun tersebut dan sebelumnya kita masih berjuang mendapatkan kemerdekaan.

                Permasalahan tersebut membuat pendiri Yayasan Assalaam yaitu Habib Utsman Al-Aydrus untuk melaksanakan Khitanan Massal. Selain untuk mengajarkan urgensi ibadah khitan, khitanan massal juga merupakan bantuan kepada Yatim, Miskin dan Dhuafa agar Ibadah Khitan ini dapat dilaksanakan oleh seluruh umat muslim di Indonesia khususnya di Kota Bandung.

                 

 

 

                Setiap tahun antusiasme masyarakat dan jamaah dalam memperingati Maulid Nabi di Yayasan Assalaam sungguh besar. Khususnya dalam kegiatan Sunatan Massal.  Tahun ini menjadi tahun pertama Yayasan Assalaam menyelenggarakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW, setelah 2 tahun vacum di karenakan pandemi Covid 19.

                Antusiasme Masyarakat pada tahun ini sangat meriah. Masyarakat dan Jamaah ikut memeriahkan seluruh rangkaian acara Maulid Nabi di Yayasan Assalaam. Tabligh Akbar menjadi rangkaian acara pertama dalam peringatan Maulid Nabi di Yayasan Assalaam. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Assalaam dan diikuti  kurang lebih 300 jamaah Yayasan Assalaam dan di isi oleh KH. Raden Chevi Hibatullah yang merupakan Pimpinan Ponpes Hibbatussya’diyayah Nagrak Cianjur dan Ketua GMNU JABAR (Gerakan Muda Nahdhatul Ulama Jawa Barat)

Selanjutnya rangkaian acara dilanjutkan dengan kegiatan Khitanan Massal yang diikuti 100 orang anak laki-laki dan perempuan menjadi peserta khitan. Bagi Anak laki-laki kegiatan Khitanan Massal dilaksanakan di SMP Assalaam dan Anak perempuan kegiatan khitanan dilaksanakan di TPQ Assalaam. Yayasan Assalaam juga membagikan bingkisan dan santunan untuk para peserta. Peserta, Masyarakat dan Jamaah sangat Bahagia mengikuti seluruh rangkaian acara Maulid Nabi di Yayasan Assalaam. Semoga semangat ini terus terlaksana dan semakin merekatkan Ukhuwah Islamiyah Umat Muslim di Indonesia. 

 

Penulis : Syadza Idzni Indallah

               

Comments