Mizab "Talang Emas Ka'bah"

 

Jutaan manusia berkumpul mengelilingi Kakbah. Sementara di setiap sisi bangunan kubus suci ini, orang-orang tampak merapat, memeluk, dan mengusap dindingnya seraya menyebut puji-pujian keagungan Allah SWT.
 
Kerumunan jemaah yang lainnya tampak di pintu masuk Hijir Ismail. Mereka bergilir bergantian memasuki area yang tidak terlalu luas itu. Di atasnya, bertengger sebuah talang air atau Mizab. Dalam beberapa catatan sejarah, talang air ini belum ada di zaman Nabi Ibrahim. Mizab baru dibangun saat pemugaran Kakbah di masa kejayaan suku Quraisy pada 606 Masehi.
 
Mizab Kakbah berukuran panjang 1,98 meter. Sementara tinggi dan lebarnya ialah 23 dan 26 centimeter. Yang menarik, talang air ini terbuat dari tembaga yang dilapisi emas. Mizab termasuk salah satu tempat favorit bagi jemaah di kala memanjatkan doa. Beberapa ulama pendahulu mengatakan Mizab termasuk salah satu tempat mustajab yang ada di sekitar Kakbah.
 
Mizab mengalami renovasi pertama kali pada 1417 Hijriah atau 1996 lalu. Di bagian depannya ditulis lafaz Bismillahirrahmanirrahim - Ya Allah, sementara di sisi kirinya terdapat kalimat Jaddada Hadza Al-Mizab Khadim Al-Haramain Al-Syarifain Al-Malik Fahd ibn Abdul Aziz Ali Saud, Maliku Al-Mamlakat Al-Arabiyyah As-Saudiyyah. Lafaz itu menunjukkan keterangan bahwa Mizab pernah diperbaharui pengurus Tanah Haram, Raja Fahd bin Abdul Aziz dari keluarga Saud, Raja Arab Saudi. Di bagian atas Mizab terdapat beberapa paku kecil dengan tujuan agar tidak dihinggapi burung-burung yang ada di sekitar Masjidil Haram.
 
Tidak mudah untuk beribadah di area ini. Bahkan sekedar untuk salat sunnah pun harus berhimpitan, terlebih saat bersujud di lantai marmer di salah satu sisi Kakbah itu. Di bawah talang air ini, biasanya jemaah haji akan mendoakan keluarga, sahabat, dan orang-orang tercintanya yang tinggal di Tanah Air.

 

Comments