Shodaqoh Tanpa Harta Benda

Allah SWT membuka lebar jalan pintu kebaikan. Setiap manusia diperintahkan melakukan kebaikan dan menghindari keburukan. Kebaikan adalah setiap sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya atau orang lain. Bentuk pengakuan hakekat kebaikan dan mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari merupakan makna sodaqoh yang lebih luas. Definisi sodaqoh adalah pemberian seorang muslim kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Bersodaqoh itu perintah Allah kepada kita yang sedikitnya ada 43 kali diabadikan dalam Al Qur’an, dengan penekanan yang berbeda-beda. Demikian pula dalam hadits Rasulullah SAW perintah sodaqoh menegaskan betapa pentingnya kedudukan sodaqoh dalam Islam. Harta yang disedekahi akan semakin subur dan berkembang. Allah SWT berfirman : Allah memusnahkan riba dan menyuburkan shodaqah. (Al Baqarah ayat 276).

 

Umumnya manusia terkadang berbeda memberikan pemahaman konotasi sodaqoh. Mereka beranggapan bahwa sodaqoh itu identik dengan uang atau harta yang dibelanjakan di jalan Allah. Padahal sodaqoh secara umum meliputi semua aspek kehidupan baik berupa uang atau harta maupun lainnya. Dengan kata lain, manusia mampu bersodaqoh sekalipun tanpa harta. Ibnu Rojab Al Hambali berkata : “Shodaqoh tanpa menggunakan harta itu ada 2 macam ;

 

Pertama, menyampaikan kebaikan kepada para makhluk, itu merupakan shodaqoh. Terkadang shodaqoh seperti ini lebih utama daripada shodaqoh menggunakan harta. Seperti amar ma’ruf nahi munkar, yaitu berdakwah menuju ketaatan kepada Allah, mencegah kemaksiatan, dan ini lebih afdhol ketimbang shodaqoh dengan harta. Begitu juga mempelajari ilmu yang bermanfaat, membaca Alquran, menyingkirkan gangguan yang ada di jalan, bekerja untuk memberikan kemanfaatan kepada manusia dan menghilangkan duri dari jalan yang dapat mengganggu mereka.

 

Kedua, shodaqoh yang dikerjakan sebatas untuk kemaslahatan dirinya sendiri seperti berbagai macam dzikir, baik berupa takbir, tahmid, tahlil maupun Istighfar. Rasulullah saw bersabda, sebagaimana yang dijelaskan Imam Bukhari berkata : Dari Mu’tamir dari Ubaidillah dari Sumayya dari Abi Shalih dari Abi Hurairah, ra berkata : “Orang-orang fakir datang kepada Nabi Saw, lalu berkata : Wahai Rasulullah, orang-orang kaya lebih banyak memperoleh derajat yang tinggi dan kenikmatan yang langgeng dengan harta, mereka mengerjakan shalat sebagaimana kami mengerjakannya, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, tapi mereka memiliki kelebihan harta sehingga bisa menunaikan haji, umrah, berjihad, dan bersedekah. Beliau saw berkata : Maukah aku sampaikan sesuatu jika kalian melakukannya maka kalian dapat menyamai orang yang mendahului kalian dan tidak disamai oleh seorang pun yang datang setelah kalian. Kalian menjadi yang terbaik diantara orang-orang di sekitar kalian kecuali orang yang melakukan hal yang sama, (yaitu) kalian melakukan tasbih, tahmid, dan takbir 33 kali setelah setiap shalat.” (HR Al -Bukhari dan lainnya)

 

Siapa saja dapat meraih pahala bersedekah tanpa harus menunggu jadi orang berharta. Berbagai cara bersedekah yang dapat kita tempuh untuk meraih pahala Allah. Intinya adalah ‘fastabikul khairat’ atau berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan. Jadi miskin mestinya tidak menghalangi seseorang untuk bersedekah. Kondisi kemiskinan juga jangan sampai menjadikan kaum dhuafa merasa tak mungkin meraih kedudukan tinggi dan kemuliaan disisi Allah.

 

Setiap diri kita membawa potensi dan takdir yang berbeda. Kaya dan miskin harus dipandang sebagai ujian bukan musibah. Bagi orang kaya, harta menjadi batu ujian apakah dia mampu mensyukuri nikmat Allah sedangkan kaum dhuafa dengan kemiskinannya adalah juga ujian dariNya apakah dia akan tetap bersabar dalam keimanannya kepada Allah. Setidaknya membuka hati kaum dhuafa agar tidak bersedih sebab kaya miskin adalah ujian. Rasulullah saw bersabda : Hendaknya setiap manusia menjaga untuk selalu melaksanakan shalat dhuha dua rakaat karena disana terdapat ganjaran yang meliputi semua shodaqoh yang diwajibkan kepadanya. Setiap terbit matahari setiap hari, semua anggota tubuh diberikan nilai shodaqoh. Tubuh manusia ada 360 anggota terdapat 360 shodaqoh tetapi bukan shodaqoh berupa harta saja. Setiap ucapan mendekatkan diri kepada Allah termasuk shodaqoh, setiap perbuatan mendekatkan diri kepada Allah termasuk shodaqoh, setiap tasbih dihitung sebagai shodaqoh, takbir shodaqoh, menghindari duri dari jalan sebagai shodaqoh, membantu pengendara pada kendaraannya juga shodaqoh. Semua itu dihimpun pada pelaksanaan shalat dhuha dua rakaat. Barangsiapa yang ingin menyampaikan berita ini senantiasa dia mendawamkan shalat dhuha dua rakaat agar dapat memperoleh ganjaran pahala pada setiap shodaqoh. (Al Hadits). Dari Abi Dzar, dari Nabi saw bersabda : setiap pagi salam dari kalian yang disampaikan merupakan shodaqoh, setiap tasbih shodaqoh, setiap tahmid shodaqoh, setiap tahlil shodaqoh, setiap takbir shodaqoh, amar ma’ruf shodaqoh, nahi munkar shodaqoh. Dan diberi ganjaran shodaqoh melaksanakan shalat dhuha dua rakaat. (HR. Muslim)

 

Bersedekah juga mengajarkan kita bahwa tangan diatas lebih baik daripada tangan di bawah. Jadi program memberi sesuatu kebaikan terhadap sesama itu harus selalu dijadikan niat dalam diri kita. Sedekah juga bisa menjadi obat sebagai salahsatu sarana untuk sembuh. “Obatilah orang sakit dengan sedekah,” HR Baihaqi. Bersedekah dengan sebutir kurma pun mampu melebur kesalahan sebagaimana air memadamkan api. Sedekah tanpa materi menurut Rasulullah : “Setiap persendian manusia mempunyai kewajiban bersedekah pada setiap hari ketika matahari terbit. Engkau berlaku adil antara dua orang adalah sedekah. Engkau membantu seseorang dengan cara mengangkatnya naik ke atas kendaraannya atau engkau angkat barang-barangnya ke atas kendaraan adalah sedekah, Kata-kata yang baik adalah sedekah. Setiap langkah menuju shalat adalah sedekah. Menyingkirkan duri dari jalan adalah sedekah.” HR Al Bukhari. Bahkan senyum anda terhadap saudara anda adalah sedekah. Sungguh Islam tidak menghendaki sesuatu yang memberatkan bagi umatnya asalkan kita mau memahami dan melaksanakannya. Semoga bermanfaat.

 

*) Anggota DPRD Jawa Barat

Comments