Solusi rizki berkah melimpah, Santunilah anak yatim & orang susah

Tafsir Al-Qur’an

 

“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi Makan orang miskin”. (QS. Al-Maauun:1-3)

Ad-Diin” nama lain dari surat Al-maa’uun yang berjumlah tujuh ayat; tiga ayat pertama diturunkan di Mekah, dan empat ayat berikutnya diturunkan di Madinah.

Sebab turun ayat ini menurut beberapa pendapat ialah “Ash bin Wail”, Abi Jahal, Walid bin Mughirah, ‘Amer bin Aidz al-Makhzumi. Mereka semua menolak memberi perhatian kepada  anak yatim dan miskin. Karena membebani saja, dan hanya akan mencoreng figure ketokohannya serta mengurangi harga dirinya.

Ciri ayat Makkiyah, yaitu seruan kepada umat manusia untuk beriman dan mengenalkan hukum-hukum Allah, serta menghindari hukum Thagut. Timbulnya sikap aniaya dan tidak peduli pada kaum lemah seperti yatim dan miskin mengingat ; 1). Kondisi masyarakat lemah di Mekkah tertindas sulit mendapatkan status dan haknya. 2). Supremasi hukum dan keadilan  tidak  nampak.  tindakan aniaya dan perbudakan merajalela. 3). tiada tokoh dan figur teladan serta pedoman hidup sebagai ajaran yang benar. 

Karena itulah Allah Maha Pemurah terhadap hamba-hamba-Nya memberikan jalan yang benar melalui ajakan dakwah Nabi Muhammad Saw. Agar harkat martabat manusia menjadi mulia dalam kehidupan penuh berkah.

“Tahukah kamu orang yang mendustakan agama?” menurut Ibnu Abi hatim dari Al-Hasan, pendusta agama ialah “orang yang kafir” mendustakan hari kebangkitan manusia dari alam kubur, dan hari pembalasan . Menurut Ibnu Jarir dan Ibnul-Mundzir dari Ibnu Juraij, ialah yang” mendustakan hari perhitungan amal(al-Hisab)”di alam akhirat. Menurut Ibnu Jarir dan Ibnu Abi hatim dari Ibnu Abbas r.a. ialah “mendustakan hukum-hukum Allah”. (ad-Durrul Mantsur:8/641).

Orang-orang yang hanya berpikir untuk kesenangan sesaat, tanpa memperhitungkan kehidupan nanti setelah mati dihawatirkan akan jauh dari rahmat Allah. Mendustakan agama bukanlah tanpa sebab, tetapi berawal dari kebodohan, rasa enggan, tak berusaha  mengetahui  dan memahami syariat agama, lalu tumbuh rasa kurang suka,  inkar terhadap ajaran agamanya. Na’udzubillah..!

 “Itulah orang yang menghardik anak yatim,” maksud ayat itu ialah “menolak hak anak-anak yatim”. Menurut Abdurrazaq, Ibnul-Mundzir, Ibnu Abi hatim, dari Qatadah;”bertindak aniaya  (zhalim)terhadap anak yatim”.

Perintah menyantuni, memelihara anak yatim instruksi langsung yang diamanatkan Allah SWT. Sesuai dengan namanya, anak yatim itu adalah anak yang patut dikasihani, diasuh dan dibimbing, dirawat hingga ia dewasa menjadi manusia soleh yang berguna. Rasulullah saw sangat peduli terhadap anak yatim. Dan Rasulullah saw sangat memuji kepada kafilul yatim (penyantun & pemelihara) anak yatim, sebagamana hadits beliau ;

اَنَا وَكَافِلُ اْليَتِيْمِ فِى اْلجَنَّةِ هكَذَا. رواه البخارى وأحمد وأبو داود والترمذي .

"Aku bersama donatur (Wali/penanggung jawab) yatim di dalam surga seperti jari telunjuk dan jari tengah (dua jari yang berdekatan jaraknya)". HR. Bukhari.

Betapa Rasulullah saw menempatkan kafilul yatim pada posisi yang tidak ada bandingnya. Kafilul yatim tidak diberi bandingan pahala 1 : 10 atau 1 : 70 atau 1 : 700, tetapi langsung kepada ganjaran surga. Dan posisi mereka di Surga sangat dekat dengan baginda Rasul seperti telunjuk dengan jari tengah. Rasul Saw, menegaskan:

اَتحُِبُّ اَنْ يَلِيْنَ قَلْبُكَ وَتُدْرِكُ حَاجَتُكَ؟ اِرْحَمِ اْليَتِيْمَ وَاْمسَحْ رَأْسَهُ وَأَطْعِمْهُ مِنْ َطَعَامِكَ يَلِنْ قَلْبُكَ وَتُدْرِكْ حَاجَتُكَ  . رواه الطبراني فى الكبير عن أبي الدرداء . ر.ع.

Artinya : Maukah hati sanubari anda menjadi lembut dan kebutuhan anda cepat diperoleh? Sayangilah anak yatim usaplah kepalanya berilah ia makan dari makananmu, niscaya lembutlah hatimu dan engkau peroleh kebutuhanmu". HR. Thabrani.

Beberapa ayat Al-Qur'an yang mengharuskan kita untuk peduli terhadap anak-anak yatim Dhu’afha :

Artinya : Dan (ingatlah), ketika kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling. (QS.AlBaqoroh:83)

Dalam sebuah riwayat Rasululllah saw bersabda :

"Barangsiapa meletakkan tangannya di atas kepala anak yatim dengan penuh kasih sayang, maka Allah akan menuliskan kebaikan pada setiap lembar rambut yang disentuh tangannya. (HR. Ahmad, Ath-Thabrani, Ibnu Hibban, Ibnu Abi Aufa)

 

"Sesungguhnya, seorang laki-laki mengeluh kepada Nabi s.a.w., karena hatinya yang keras. Nabi s.a.w. berkata: -'Usaplah kepala yatim, dan berilah makan orang miskin'. (HR. Ahmad)

 

“sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu Berlaku sewenang-wenang.” Maksudnya, “Janganlah kamu merendah hinakan anak yatim”, dan” jangan bertindak zhalim”. Tetapi jadilah kamu seperti seorang ayah penuh rasa kasih sayang(ka-Abin Rahim) terhadap anak-anak yatim.. (ad-Durrul Mantsur:8/545).

Ÿ

“dan tidak menganjurkan memberi Makan orang miskin”.  Dan pada ayat lainnya;

 

“dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.”

 

Firman Allah SWT,:

 

Artinya : Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.( QS. Al-Insan: 8-9.)

 

Sambutlah dengan kasih sayang penuh kelembutan terhadap para peminta yang datang menghampirimu atau bahkan menjengkelkan anda. Itulah tahap ujian eskalasi anugerah rizki bagi yang bersangkutan, bakhil ataukah dermawan?.

 

Dari setiap buah(keuntungan)yang anda petik(diperoleh dengan halal)terdapat hak fakir miskin yang seharusnya dikeluarkan. Bisakah anda bayangkan bila seseorang yang mendapatkan buah; durian, mangga, rambutan, salak, jeruk, butiran padi dll. Kemudian dimakan semuanya (seratus persen) tanpa dibuang kulit atau bijinya. Apa yang akan terjadi? Dan umumnya bukanlah hewan jenis manusia bila cangkang dan biji ikut serta dikonsumsi seluruhnya. Kedermawanan sama dengan kesehatan, keselamatan, kesuburan, kemakmuran, kebahagiaan, kemulusan. Kulit dan biji buah yang anda buang adalah semata-mata untuk  memberi manfaat pada diri;merasakan betapa nikmatnya daging buah itu.  Lalu bagaimana dengan keuntungan harta kekayaan yang anda peroleh?.      Wallaahu’alamu!

Comments