Thawaf bagi Wanita Haid

THAWAF WADA BAGI WANITA HAID

 

Jika ada seorang wanita sedang haid, sementara jadwal waktu pemulangan sudah tiba, padahal ia belum melakukan thawaf wada, apakah ia harus menunggu sampai selesai haidnya, dan berpisah dengan kloternya yang akan segera berangkat? Ataukah ada solusi lain?

 

Tawaf Wada merupakan akhir dari semua rangkaian ibadah haji. Jika seseorang telah melakukan tawaf wada hendaknya berdoa kepada Allah agar diberi kesempatan untuk dapat kembali lagi ke Baitullah. Setelah itu kemudian keluar dari Masjidil Haram secara wajar dan berjalan dengan membelakangi ka’bah.

 

Kemudian, jika sudah pulang menuju pemondokan, hendaknya tidak melakukan kegiatan lain lagi kecuali sekedar yang diperlukan untuk makan dan sebagainya sambil menunggu kendaraan untuk pemulangan.

 

Jika ia masih melakukan jual-beli lagi seperti mau bermukim dan dalam waktu yang lama, hendaknya ia mengulangi lagi tawaf wadanya. Sesuai perintah Nabi SAW bahwa tawaf wada merupakan akhir dari segala kegiatan selama berhaji. Nabi SAW bersabda:

لاَ يَنْفِرَنَّ أَحَدٌ حَتَّى يَكُونَ آخِرُ عَهْدِهِ بِالْبَيْتِ

Artinya: Janganlah seseorang di antara kamu pulang melainkan akhir yang dilakukannya adalah thawaf di Baitullah (HR.Muslim,IV/93)

 

Adapun bagi wanita haid, sementara waktu pemulangan sudah segera tiba, maka bagi wanita haid tersebut diberikan dispensasi untuk tidak melakukan tawaf wada. Hal ini berdasarkan hadis Nabi SAW berikut ini:

أُمِرَ النَّاسُ أَنْ يَكُونَ آخِرُ عَهْدِهِمْ بِالْبَيْتِ إِلاَّ أَنَّهُ خُفِّفَ عَنِ الْمَرْأَةِ الْحَائِضِ

Artinya: Orang-orang (yang menunaikan ibadah haji) diperintahkan oleh Nabi Saw agar mengakhirinya dengan thawaf di Baitullah, kecuali bagi wanita yang tengah haid, ia diberi keringanan atau dispensasi (tidak harus melakukannya). (HR. al-Bukhari dan Muslim)

قال الإمام النووى :ليس على الحائض ولا على النفساء طواف وداع ولا دم عليها لتركه لانها ليست مخاطبة به للحديث السابق لكن يستحب لها ان تقف على باب المسجد الحرام وتدعو)المجموع ج8 ص(255

Al-Iman al-Nawawi berkata: “Bagi wanita yang sedang haid atau nifas, mereka tidak diwajibkan melakukan thawaf wada’ dan juga tidak terkena dam karena tidak diperintahkan sesuai hadits sebelumnya, hanya saja disunnahkan untuk berdiri di depan pintu masjid al-Haram sambil berdoa”.Al-Majmu’ , VIII/255

 

Bagi yang tidak melaksanakan tawaf wada karena haid maka ia cukup berada di depan pintu Masjidil Haram berdoa, kemudian istilam sambil mundur dan berjalan membelakangi Ka’bah.

 

  1. Lukman Hakim – Pembimbing KBIHU Assalaam Bandung

 

Comments