UJIAN ALLAH

Bangsa Indonesia bahkan dunia pada umumnya saat ini sedang diuji dengan musibah Covid 19, khususnya umat Islam. Ujian ini memberikan dampak yang sangat komplek dalam kehidupan baik ekonomi maupun pelaksanaan kegiatan ibadah. Dampak psikologi mewarnai juga umat Islam, mereka bingung, ketakutan dan lainnya. Masjid-masjid yang awalnya semarak dengan kegiatan tarawih, tadarus Al-Quran khususnya di bulan Ramadhan ini berubah menjadi sepi, lengang karena adanya pembatasan diri berkumpul banyak orang. Banyak umat Islam menangis menghadapi kejadian ini.

 

Sesungguhnya covid 19 hakekatnya dari Allah dan Allah pula yang memberikan obatnya dan menghilangkan / melenyapkannya. Allah sedang menguji kita. Jika Allah mencintai hambanya, Dia akan mengujinya (Al-Hadits). Orang yang paling berat ujiannya adalah orang-orang yang paling dicintai Allah. Sabda Rasulullah saw ketika ditanya oleh Sa’ad bin Abi Waqqash, “Siapakah orang yag paling berat cobaanya?” maka Rasulullah bersabda, “Para nabi, kemudian orang-orang yang mengikuti mereka dan orang-orang yang mengikutinya lagi. Seorang hamba akan diuji sesuai dengan kemampuan imannya. apabila imannya kuat, maka ujian yang menimpanya semakin berat; dan jika imannya lemah, maka dia mendapat ujian sesuai dengan kemampuannya. Ujian tiada hentinya akan mendera seorang hamba hingga Allah membiarkannya berjalan di muka bumi ini tanpa mempunyai satu dosa pun.” (HR. Tirmidzi).

 

Allah akan memberikan ujian kepada setiap hamba-Nya sebagai upaya menguji ketulusan dan keikhlasan dalam menerima dan menjalani kehidupan ini. Hidup kita adalah sebuah perjungan dan pengorbanan karena setiap kita adalah pemimpin, minimal memimpin diri sendiri. Seorang pemimpin haruslah berani berkorban atas apa yang dipimpinnya. Ia adalah segala-galanya bagi yang dipimpinnya. Dan ingatlah bahwa semakin besar ujian berarti semakin besar pula cinta Allah dan karena itu pahalahnya pun akan semakin besar.

 

Allah SWT berfirman, "Dan sesungguhnya kami benar-benar akan menguji kamu agar kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu; dan agar kami menyatakan (baik buruknya) hal ikhwalmu. (Q.S. Muhammad (47); 31). Dan Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya besar pahala setimpal dengan besarnya cobaan. Dan sesungguhnya Allah apabila mencintai kaum, Allah uji dengan ujian. Barang siapa ridha, maka baginya keindahan Allah. Barang siapayang marah, maka baginya kemarahan Allah.” (Riwayat Ibnu Majah).

 

Inilah yang patut dipahami setiap insan beriman. Bahwa cobaan kadang dapat meninggikan derajat seorang muslim di sisi Allah dan tanda bahwa Allah semakin menyayangi dirinya. Dan semakin tinggi kualitas imannya, semakin berat pula ujiannya. Namun ujian terberat ini akan dibalas dengan pahala yang besar pula. Sehingga kewajiban kita adalah bersabar. Sabar ini merupakan tanda keimanan dan kesempurnaan tauhidnya.

 

Disamping itu ada tujuan lain Allah memberikan musibah ini. Selain musibah sebagai ujian keimanan, juga musibah sebagai teguran Allah atas kelalaian manusia selama ini, musibah sebagai pengampunan dosa dan musibah atau ujian sebagai upaya Allah meningkatkan derajat.

Dengan musibah covid 19 ini, masihkah kita semakin dekat kepadaNya atau justru semakin jauh dariNya. Atau mungkin Allah sedang menegur para manusia yang sombong di muka bumi ini agar mereka sadar bahwa manusia tidak memiliki kekuatan sedikitpun atau mungkin Allah ingin mengampuni dosa hambanya melalui penyakit yang dideritanya bahkan Allah ingin mengangkat derajat oran tersebut di akhirat kelak. Jadi, setiap Allah memberikan musibah atau ujian, pasti ada hikmah dibalik itu. Semoga bermanfaat.

*) Habib Syarief Muhammad Al’Aydrus

Comments