Pembelajaran Jarak Jauh, Bisakah Siswa Belajar?

Pada masa pandemi Covid 19 proses belajar di Sekolah digantikan oleh pembelajaran jarak jauh. Setelah beberapa minggu kita melihat ada hal menarik untuk menjadi  perhatian kita. Proses pembelajaran jarak jauh tidak semudah yang kita bayangkan. Pembelajaran berlangsung relatif lancar tapi ada juga masalah yang timbul dalam proses ini. Siswa belum terbiasa dengan belajar mandiri dan merasa kurang dukungan karena tidak bisa berinteraksi langsung dengan para guru. Sementara Guru terus berusaha membuat konten pembelajaran yang memungkinkan siswa bisa belajar maksimal tanpa kehadiran atau tatap muka dengan guru.

Fenomena ini terjadi karena banyak yang masih berpikir bahwa proses belajar terjadi bila ada guru yang mengajar. Tapi sebenarnya proses belajar bisa terjadi dengan atau tanpa kehadiran guru. Ketika dalam pembelajaran normal di kelas sejatinya proses belajar yang baik terjadi bukan karena sekedar guru mengajar tapi guru memfasilitasi proses pembelajaran yang membuat siswa belajar dan guru bukan satu-satunya sumber pengetahuan. Guru lebih berperan bagaimana siswa bisa mengakses sumber belajar, memotivasi siswa, mendesain pembelajaran yang berfokus pada siswa, membuat siswa belajar mulai dari perspektifnya, mengamati, mengumpulkan data, mengolah, menganalisa, mengevaluasi dan menyatakan pemikiran siswa sendiri.

Pembelajaran jarak jauh memberikan suatu keyakinan bahwa sebenarnya proses belajar dimulai dari siswa. Guru dituntut mampu merancang proses belajar yang membuat siswa belajar. Guru harus punya wawasan luas, mahir dalam teknologi dan mampu memotivasi siswa. Guru yang baik juga mampu melihat dari sudut pandang siswanya sehingga siswa akan lebih mudah untuk mengerti dan diajak untuk belajar.

Para masa pembelajaran jarak jauh ini siswa mendapatkan pengalaman belajar yang mungkin belum pernah dialami sebelumnya seperti pengalaman bagaimana memecahkan masalah yang timbul dalam pembelajaran jarak jauh. Siswa tidak hanya belajar pelajaran sekolah tapi juga bagaimana tiap siswa bisa mengatasi kendala tersebut. Disamping itu ada pembelajaran mental bagaimana mengatasi rasa jenuh dan mendisplinkan diri untuk menjaga kesehatan, tetap di rumah saja serta melakukan aktivitas positif ditengah keterbatasan. Sumber Kompasiana.16.4.20

Comments